Harta Karun Selorejo

KKN Ku Asyik 05 Agustus 2019 07:00:12 WIB

Oleh : Badawi Widiyali

 

Tidak ada yang tahu bahwa dusun Selorejo merupakan lumbung industri rumahan. Tidak hanya kerajinan sampah yang memiliki nilai daya saing, ternyata ada pembuatan keripik singkong dan anyaman bambu yang sudah melegenda di daerah tersebut. Tentunya hal ini membuat saya menjadi kaget karena baru kesekian kali ke Selorejo, tetapi baru menemukan potensi hebat ini. Ketika melihat langsung pembuatan produksi. Sebagai dusun yang berada di pinggir gunung, tidak membuat warga Selorejo jalan ditempat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Malah kekurangan geografis ini membuat masyarakat Selorejo mampu untuk hidup mandiri dari kreatifitasnya sendiri. Dengan cara membuat produk-produk yang bisa dilakukan di rumah. Seperti contoh, keripik singkong. Di dusun Selorejo sendiri kurang lebih ada 5 rumah yang memproduksi keripik singkong. Tetapi hari ini kita hanya bisa mengunjungi 2 rumah, masing memiliki kemampuan produksi yang berbeda-beda, ada yang sudah memiliki 3 sampai 1 wajan besar.

 

Mesin produksi tadi mempengaruhi dalam pemprosesan produksi, nantinya juga menyesuaikan terhadap jumlah kariawan dan bahan dasar yang dibutuhkan. Jadinya ketika rumah produksi memiliki kariawan kurang lebih 10 orang sudah bisa dikategorikan lumayan besar, karena mampu memproduksi banyak serta mampu memenuhi permintaan dan pemasaran. Begitu sebaliknya. Tetapi untuk saat ini, bahan dasar berupa ketela masih di ambil dari daerah luar Mlinjon, seperti Tulungagung, Kediri dan luar Trenggalek, karena ketela dari desa Mlinjon khususnya belum mampu memenuhi permintaan, serta ketela di Mlinjon masih kecil-kecil, jadinya para produsen terpaksa hari mengimpor dari daerah lain. Tutur salah satu pemiliki rumah produksi. Tentunya hal ini sangat disayangkan, ketika sebagian rumah mampu mengolah bahan ketela, tetapi disatu sisi bahan dasar ketela di Mlinjon belum mampu memenuhi. Harapan salah satu pemiliki rumah produksi, beliau bercita-cita agar masyarakat disekitarnya menanam ketela terbaik, karena nantinya juga akan bisa menambah kebutuhan. Apalagi ini juga akan menjadi simbiosis mutualisme antar warga. Tidak hanya dengan mengolah makanan, tetapi juga pandai dalam mengolah hasil alam, seperti bambu yang dibuat anyaman, berupa pati dan tampir. Piti merupakan semacam wadah untuk membersihkan beras dengan cara dicuci, atau juga bisa dijadikan tempat untuk wadah nasi maupun makanan lainnya.

 

Sedangkan tampir merupakan wadah anyaman yang lumayan lebar, yang biasanya digunakan untuk wadah nasi yang sudah matang. Agar memudahkan ketika di tata, dan di tempatkan dalam meja makan. Tentunya, masih banyak lagi kerajinan yang lain, seperti sapu dari ujuk kelapa dan tempat sampah dari bambu. Jadinya banyak variasi pilihan. Pemilikinya juga menawarkan keahliannya membuatkan kerajinan sesuai harapan kita, dengan catatan selama beliau bisa. Beliau merupakan pengrajin yang sudah lama menekuni dunia tersebut, tangannya pun terlihat lihai dalam menganyam dan menata setiap bambu yang disempitakan, dalam pola yang sudah di buat sebelumnya. Dan masih banyak lagi rumah produksi yang belum kita kunjungi, mengingat tadi merupakan kegiatan mingguan untuk silahturohim bersama warga sekitar. Jadinya, di ketiga rumah tersebut waktu kita sudah termakan cukup banyak, karena dibuat untuk belajar, shering, serta mencicipi. Ya setengah hari cukuplah untuk mengabiskan waktu tersebut. Hehehehe

 

Semoga kedepannya rumah-rumah produksi yang berada di desa Mlinjon semakin menjamur banyak. Masyarakat sekitar juga mampu merasakan kesejahteraan dengan cara ikut serta dalam pemrosesan tersebut, juga ikut menanam bahan dasarnya. Seperti menanam ketela terbaik dan bambu. Karena nantinya akan terbangun ekosistem ekonomi yang bagus di dusun Selorejo, dan menyebar di desa Mlinjon.

 

Mlinjon. 4/8/19

Dokumen Lampiran : Harta Karun Selorejo


Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Komentar Terkini

Media Sosial

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Lokasi MLINJON

tampilkan dalam peta lebih besar