Mlinjon, Trenggalek — Kelompok mahasiswa Universitas Negeri Malang yang tergabung dalam program UM Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) resmi menyerahkan sistem pelayanan administrasi digital SAPA DESA (Sistem Administrasi Pelayanan Desa) kepada Pemerintah Desa Mlinjon. Penyerahan sistem ini dilaksanakan dalam acara sosialisasi bertajuk "Menuju Desa Digital" pada Senin, 27 Juli 2026, pukul 08.30–10.30 WIB di Balai Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek. Acara tersebut dihadiri oleh perangkat desa, jajaran mahasiswa pengabdi, serta masyarakat setempat.
SAPA DESA hadir sebagai solusi atas pelayanan administrasi warga Desa Mlinjon yang selama ini masih dilakukan secara manual. Berangkat dari kebutuhan warga yang harus datang langsung ke Balai Desa untuk setiap pengurusan surat keterangan, tim mahasiswa berdiskusi dengan perangkat desa guna merancang digitalisasi layanan yang praktis dan efisien.
SAPA DESA memanfaatkan ekosistem Google—seperti Google Sites, Google Forms, Google Sheets, Google Drive, dan Google Apps Script—yang dirancang ramah pengguna. Cukup dengan mengisi formulir daring, data warga akan diproses secara otomatis menjadi dokumen surat siap cetak sesuai template. Sistem ini mendukung delapan jenis layanan administrasi, meliputi lima surat reguler (Surat Keterangan Umum, SKTM, Surat Keterangan Usaha, Surat Keterangan Domisili, dan Surat Kehilangan) serta tiga surat khusus pengantar pernikahan (N1, N2, dan N3).
Guna menjamin keamanan data dan kemudahan penggunaan di lapangan, sistem ini telah melalui tahap uji coba internal maupun simulasi eksternal. Tim mahasiswa juga menyertakan buku panduan operasional bagi admin perangkat desa serta poster alur pengajuan surat untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan baru ini.
Memasuki agenda inti sosialisasi, Ketua Kelompok UM BBM Desa Mlinjon, Ahmad Naasirul Haqqi, menyampaikan bahwa penyerahan SAPA DESA merupakan wujud komitmen mahasiswa dalam membawa inovasi di lokasi pengabdian.
"Hari ini kami menyampaikan dan menyerahkan hasil diskusi seluruh rekan-rekan mahasiswa UM BBM Desa Mlinjon untuk mewujudkan Desa Mlinjon menjadi desa digital. Melalui web layanan desa ini, pelayanan administrasi desa dapat terfasilitasi secara lebih efektif dan efisien. Kami harap apa yang telah kami susun dapat memberikan dampak baik dan bermanfaat bagi desa," ujar Ahmad Naasirul Haqqi.
Sambutan positif turut disampaikan oleh Kepala Desa Mlinjon, Dendik Kuncoro. Beliau memberikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan kerja keras para mahasiswa pengabdi selama menjalankan program kerja di desanya.
"Terima kasih kepada anak-anak BBM terkait program kerja yang telah dilaksanakan, mulai dari kemarin kegiatan Hari Anak yang meriah diikuti banyak anak dari Desa Mlinjon dengan sangat antusias, hingga hari ini kegiatan sosialisasi 'Menuju Desa Digital' yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas Desa Mlinjon," ungkap Dendik Kuncoro.
Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi serah terima SAPA DESA beserta buku panduan admin secara simbolis kepada pihak desa. Dengan serah terima ini, delapan jenis layanan surat berbasis digital tersebut siap dioperasikan secara mandiri oleh perangkat desa.
Peluncuran SAPA DESA menjadi salah satu tonggak penting dari rangkaian program kerja UM BBM di Desa Mlinjon. Melalui integrasi inovasi akademik dan kebutuhan masyarakat, SAPA DESA diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan administrasi desa sekaligus menjadi langkah nyata menuju tata kelola pemerintahan desa yang lebih efektif, efisien, dan berbasis digital.