Mlinjon, Trenggalek – Rangkaian program pengabdian masyarakat Universitas Negeri Malang (UM) bertajuk "Belajar Bersama Masyarakat" (UM BBM) di Desa Mlinjon resmi berakhir. Acara penutupan diselenggarakan secara khidmat di Aula Balai Desa Mlinjon pada Jumat, 31 Juli 2026, mulai pukul 08.15 hingga 09.48 WIB. Kegiatan ini dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Kepala Desa beserta seluruh perangkat Desa Mlinjon, serta seluruh anggota kelompok mahasiswa UM BBM.
Acara diawali dengan seremoni pembukaan yang dipandu oleh Maritza Rizky Nabila selaku Master of Ceremony (MC). Suasana berlangsung khidmat saat seluruh hadirin menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh Devi Putri Subekti sebagai dirigen.
Memasuki agenda sambutan, Ketua Kelompok UM BBM Desa Mlinjon, Ahmad Naasirul Haqqi, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan dan arahan warga desa selama masa pengabdian.
"Kami berharap apa yang telah kami lakukan di Desa Mlinjon dapat menjadi pengalaman besar bagi kami, dan tentunya apa yang telah kami laksanakan di sini dapat bermanfaat bagi seluruh warga Mlinjon," ujar Ahmad Naasirul Haqqi.
Prinsip kesetaraan dalam proses pengabdian turut ditekankan oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Ahmad Junaidi. Dalam sambutannya, ia menjelaskan filosofi utama di balik konsep program UM BBM ini.
"Kami tidak ingin merasa lebih baik dari siapa pun—masyarakat kampus tidak lebih unggul daripada masyarakat desa, begitu pula sebaliknya. Masyarakat desa punya keunggulan-keunggulan yang tidak dimiliki masyarakat akademis. Itulah mengapa tajuk kegiatan ini kami ubah menjadi 'Belajar Bersama Masyarakat', bukan lagi 'Kuliah Kerja Nyata'—supaya lebih berbaur, lebih setara, dan sama-sama saling belajar," tegas Ahmad Junaidi.
Apresiasi tinggi disampaikan oleh Kepala Desa Mlinjon, Dendik Kuncoro. Beliau menyoroti salah satu kontribusi nyata mahasiswa yang sangat membantu efisiensi pelayanan di Balai Desa.
"Ada beberapa hal yang sangat kami rasakan manfaatnya, terutama bagi pemerintah Desa Mlinjon, yaitu penyediaan teknologi untuk pelayanan administrasi masyarakat, khususnya pengurusan surat-surat. Jadi, masyarakat nantinya bisa meminta pelayanan administrasi secara online. Semoga ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan membantu masyarakat dalam mendapatkan pelayanan," tutur Dendik Kuncoro.
Sebagai simbol ungkapan terima kasih dan kenang-kenangan atas sinergi yang terjalin, acara dilanjutkan dengan prosesi penyerahan cenderamata berupa vandel. Baki cenderamata dibawakan oleh Ananda Andwitya Sukisto, dan penyerahannya dilakukan langsung oleh Ahmad Junaidi kepada Dendik Kuncoro.
Suasana haru dan penuh kenangan makin terasa saat panitia memutar video after movie berdurasi kurang lebih 7 menit yang merangkum perjalanan, tawa, dan kerja keras mahasiswa bersama warga Desa Mlinjon selama masa pengabdian mereka. Tak sedikit hadirin yang tampak terharu sembari sesekali tersenyum mengenang momen-momen kebersamaan yang ditampilkan di layar, mulai dari cuplikan uji coba website layanan administrasi, kegiatan mengajar, keceriaan anak-anak dalam perayaan Hari Anak, hingga peresmian Peta Potensi Desa beberapa waktu sebelumnya. Riuh tepuk tangan pun pecah begitu tayangan usai diputar, menandakan kesan mendalam yang membekas di hati seluruh yang hadir. Rangkaian acara penutupan ini kemudian diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin secara khusyuk oleh Nurriyah Rahma Adelia.
Melalui penutupan resmi ini, berakhir pula masa tugas lapangan mahasiswa UM BBM di Desa Mlinjon setelah kurang lebih satu setengah bulan mengabdi sejak 19 Juni 2026. Kendati telah selesai secara formal, inovasi layanan digital dan tali silaturahmi yang telah terbangun diharapkan tetap terjaga serta membawa manfaat berkelanjutan bagi kemajuan Desa Mlinjon.