Mlinjon, Trenggalek – Inovasi program kerja di bidang pendidikan ditunjukkan oleh kelompok mahasiswa Universitas Negeri Malang yang tergabung dalam program UM Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM). Berawal dari inisiatif sederhana di lingkungan tempat tinggal mahasiswa, program bimbingan belajar yang diberi nama "Teras Ilmu" berkembang menjadi aksi asistensi mengajar di sekolah-sekolah dasar Desa Mlinjon.
Penamaan "Teras Ilmu" sendiri lahir dari fakta unik di lapangan, di mana pada awalnya para mahasiswa memanfaatkan area teras posko KKN untuk membuka les privat gratis bagi anak-anak usia TK hingga Sekolah Dasar (SD). Kegiatan yang berlangsung rutin setiap hari Selasa dan Kamis (23 Juni–9 Juli 2026) ini terbagi menjadi dua sesi, yaitu pukul 09.00 WIB untuk jenjang TK hingga SD kelas 2, kemudian dilanjutkan pukul 10.00 WIB untuk kelas 3 hingga kelas 6. Dalam sesi bimbingan belajar tersebut, mahasiswa mendampingi siswa memperdalam tiga mata pelajaran utama: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika.
Seiring berjalannya waktu dan bertepatan dengan mulainya tahun ajaran baru sekolah pada 14 hingga 23 Juli 2026, program ini bertransformasi menjadi "Teras Ilmu Mengajar", dengan tetap mempertahankan jadwal rutin setiap Selasa dan Kamis. Mahasiswa UM BBM memperluas jangkauan pengabdiannya dengan terjun langsung menjadi asisten pengajar di tiga sekolah dasar, yakni SDN 2 Mlinjon, SDN 4 Mlinjon, dan SDN 5 Mlinjon.
Seluruh mahasiswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk menyesuaikan kebutuhan spesifik di masing-masing sekolah. Kelompok di SDN 2 Mlinjon bertugas membantu proses belajar mengajar di kelas 2, 3, dan 4. Sementara di SDN 4 Mlinjon, mahasiswa mendampingi materi Matematika kelas 5 serta pelatihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB). Di tempat lain, tim pengabdi di SDN 5 Mlinjon dipercaya mengampu berbagai mata pelajaran seperti Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, hingga Bahasa Indonesia.
Kehadiran para mahasiswa dalam membantu proses belajar mengajar disambut hangat oleh pihak sekolah dan memberikan kesan mendalam bagi para tenaga pendidik. Guru kelas di SDN 2 Mlinjon, Alin, mengapresiasi bimbingan yang diberikan mahasiswa kepada murid selama program berlangsung.
"Terima kasih sudah membimbing anak-anak selama empat hari. Semoga lancar kuliahnya, dan semoga balik ke Malang selamat sampai tujuan," kata Alin.
Kepala SDN 4 Mlinjon, Moh. Asrofi, menyampaikan hal senada. Ia menyebut proses pendampingan ini sebagai ajang belajar bersama antara mahasiswa dan pihak sekolah.
"Kita sama-sama belajar, walaupun terlambat, tetap sama-sama belajar. Tidak ada yang lebih pintar, pasti ada kekurangan dan kelebihan masing-masing," ujar Moh. Asrofi.
Sementara itu, pengajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SDN 5 Mlinjon, Anil Fiyah, mengatakan kehadiran mahasiswa membawa suasana belajar baru bagi siswa.
"Kehadiran kakak-kakak membawa warna baru bagi anak-anak kami, yang diajarkan ilmu dan hal-hal baru dengan cara yang menyenangkan dan sabar. Semoga ilmu dan pengalaman yang dibagikan menjadi bekal berharga, baik bagi anak-anak kami maupun kakak-kakak sekalian," kata Anil Fiyah.
Perjalanan program "Teras Ilmu" hingga berganti menjadi "Teras Ilmu Mengajar" membuktikan dedikasi mahasiswa UM BBM dalam menyesuaikan kebutuhan pendidikan masyarakat setempat. Tidak hanya sekadar memberikan materi pelajaran, kehadiran mahasiswa diharapkan mampu membakar semangat belajar anak-anak Desa Mlinjon serta memberikan pengalaman mengajar yang berharga bagi para mahasiswa sebagai calon pengabdi masyarakat di masa depan.