Mlinjon, Trenggalek – Kelompok mahasiswa Universitas Negeri Malang yang tergabung dalam program UM Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) berkolaborasi dengan perangkat Desa Mlinjon menggelar Nonton Bersama (Nobar) Piala Dunia. Acara berlangsung sejak babak perempat final hingga partai puncak, pada 11–20 Juli 2026.
Untuk menghadirkan pengalaman menonton yang maksimal, panitia memanfaatkan layar proyektor besar di Balai Desa Mlinjon. Siaran pertandingan disajikan secara legal dengan berlangganan paket resmi MAXstream seharga RP85.000, sehingga warga dan mahasiswa dapat menikmati kualitas tayangan yang jernih. Tak hanya itu, kenyamanan para penonton juga menjadi prioritas. Panitia telah menyediakan bentangan tikar yang luas serta suguhan kopi hangat gratis untuk menemani warga menikmati sengitnya persaingan antartim dunia pada dini hari.
Acara nobar ini berhasil menjadi wadah interaksi yang akrab antara mahasiswa UM BBM dan warga Desa Mlinjon dari berbagai generasi. Sorak sorai, ketegangan, hingga gelak tawa mewarnai setiap laga yang ditayangkan, menciptakan atmosfer tribun mini di dalam balai desa.
Kepala Seksi Pelayanan Desa Mlinjon, Tangguh Tri Cahyono, mengatakan kegiatan ini menjawab keinginan warga untuk kembali menonton bersama di desa. Ia mengatakan pihak desa bahkan meminta agar acara dimulai sejak babak perempat final, tidak hanya pada partai final seperti rencana awal.
"Kerinduan warga akan suasana kumpul-kumpul sambil nobar bola di desa akhirnya terobati, apalagi bertepatan dengan ajang paling bergengsi seperti Piala Dunia. Antusiasme warga betul-betul sedang tinggi dan sudah tidak sabar ingin menikmati kemeriahannya bersama-sama," kata Tangguh Tri Cahyono.
Kebersamaan yang terjalin selama rangkaian acara nobar Piala Dunia ini ditutup dengan kesan mendalam bagi seluruh pihak yang hadir. Melalui momentum olahraga ini, ruang Balai Desa Mlinjon tidak hanya menjadi tempat menyaksikan pertandingan sepak bola, tetapi juga berhasil menjadi sarana perekat tali silaturahmi yang semakin mempererat keakraban antara mahasiswa pengabdi dan masyarakat desa.